Pembagian Ilmu Pengetahuan menjadi Berbagai Disiplin Ilmu
Pembagian Ilmu
Pengetahuan menjadi Berbagai Disiplin Ilmu
Kata ilmu dalam bahasa
Arab yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan
katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan,dan ilmu
sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.
Ilmu
atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,menemukan,
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam
manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.Ilmu
memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Pengertian ilmu menurut beberapa ahli
diantaranya :
o
M.
Izuddin Taufiq, Ilmu adalah penelusuran data atau
informasi melalui pengamatan,pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan
hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.
o
NS.
Ahmad, Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat
dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali
(metode ilmiah).
Didalam Al-qur’an menjelaskan bahwa ilmu itu sangat
penting dan bagi penuntut imu pun derajatnya akan ditinggikan disisi Allah
seperti yang dijelaskan dalam Q.S Al-Mujadilah :11 yang berbunyi :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا
مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ…
Artinya : “…niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan." – (QS.58:11)
a. Pembagian
Ilmu Pengetahuan
1. Ilmu
Alam
Ilmu alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk
pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah
benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun
dimana pun. Segala
sesuatu tentang alam merupakan ilmu alam. Dalam Al-Qur’an sangat banyak
menjelaskan tentang alam seperti bumi dan seisinya, penciptaan langit, dan lain sebagainya. Allah
berfirman :
هُوَالَّذِيخَلَقَلَكُمْمَافِيالْأَرْضِجَمِيعًاثُمَّاسْتَوَىإِلَىالسَّمَاءِفَسَوَّاهُنَّسَبْعَسَمَاوَاتٍوَهُوَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ
Artinya :“ Dia-lah Allah,
yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak
(menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui
segala sesuatu.”(Q.S. Al-Baqarah [2] :29 )
Yang termasuk ilmu alam yaitu :
1) Astronomi
(Ilmu Falak)
Astronomi, yang secara etimologi berarti “ilmu
bintang” adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang
terjadi di luar Bumi dan atmosfernya.Ilmu
ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa
dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.
Falak berarti lintasan atau orbit dan disebut juga
garis edar benda-benda langit dan bumi juga termasuk kategori benda langit.
Dalam Al-qur'an kata falak berarti orbit atau garis edar ini disebutkan dalam
surah Yasin dan surah Al-anbiya.
لَا الشَّمۡسُ
يَنۡۢبَغِىۡ لَهَاۤ اَنۡ تُدۡرِكَ الۡقَمَرَ وَلَا الَّيۡلُ سَابِقُ النَّهَارِؕ
وَكُلٌّ فِىۡ فَلَكٍ يَّسۡبَحُوۡنَ ﴿۴۰﴾
Dalam surah Yasin ayat 40 diatas menjelaskan bahwa tidak mungkin bagi matahari
untuk mendapatkan bulan dan tidak mungkin bagi malam untuk mendahului siang,
masing-masing beredar pada garis edarnya. Hal ini mengandung makna bahwa semua
benda langit termasuk matahari dan bulan beredar pada garis edarnya
masing-masing dan tidak mungkin akan keluar dari garis edarnya itu.
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ
يَسْبَحُون٣٣
Dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 33 diatas menjelaskan bahwa Allah-lah yang menciptakan
malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya beredar pada
garis edarnya. Masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan
tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, termasuk mengenai peredaran matahari
dan bulan, pergantian sian dan malam, disamping benda-benda langit lainnya dan
dengan tanda-tanda itu dapat diketahui bilangan tahun dan hisab atau
perhitungan waktu.
Sebagai realisasi tersebut lahirlah ilmu
falak/astronomi yang dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim sejak abad
pertengahan, yang secara spesifik membahas tentang kedudukan matahari, bulan,
bumi serta benda-benda langit lain yang berkaitan dengaperhitunanan arah
kiblat, waktu shalat dan awal bulan. Dengan demikian ilmu falak ini bukan
sekedar ilmu melainkan untuk kepentingan melaksanakan tugas-tugas agama.
2) Biologi
(Ilmu Hayati)
Istilah biologi berasal dari bahasa yunani yaitu 'bios' yang
berarti hidup atau kehidupan dan 'logos' yang berati ilmu pengetahuan.
Dari asal usul kata tersebut biologi bisa kita artikan sebagai ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang kehidupanan.
Dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang
kehidupan. Salah satunya adalah ayat yang menerangkan tentang angin yang
membantu penyerbukan. Hal ini dijelaskan Allah dalam Q.S Al-Hijr (15):22 yang
berbunyi :
وَأَرْسَلْنَا
الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ
وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ
Artinya : "Dan kami telah meniupkan angin untuk
mengawinkan(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu kami
beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang
menyimpannya.
Ilmu biologi modern mengemukakan bahwa sarana
penyerbukan/perkawinan tanaman ada beberapa macam. Ada penyerbukan dengan
bantuan serangga semisal lebah dan kupu-kupu, ada juga yang menggunakan bantuan
angin. Angin meniupkan spora-spora tanaman dan membawanya pada tanaman lain.
1400 tahun yang lalu Al-Qur'an mengemukakan fakta ilmiah tersebut
3) Ilmu
kimia
lmu Kimia adalah salah satu cabang IPA yang mempelajari tentang
susunan, komposisi, struktur, sifat-sifat dan perubahan materi, serta perubahan
energi yang menyertai perubahan materi tersebut. Alam dan seluruh isinya adalah
materi. Tugas ilmu kimia adalah mempelajari dan memahami materi-materi di alam
tersebut.
Salah satu ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang kimia yaitu
tentang "Aspek kimia madu merupakan
petunjuk abadi bagi para ilmuwan untuk mengungkap keajaiban Tuhan yang mengubah
struktur, sifat, dan kegunaan berbagai unsur kimiawi dalam kombinasi yang
berbeda-beda. Dalam hal ini, Allah berfirman dalam Q.S Al-Nahl [16]: 68-69 yang
berbunyi:
وَأَوْحَى
رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ
الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
ثُمَّ
كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ
بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي
ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang
di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia.”
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan
Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman
(madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang
menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar
terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S Al-Nahl
[16]: 68-69)
Bagi ahli kimia, ini merupakan indikasi yang jelas bahwa campuran
unsur-unsur tertentu bisa menghasilkan unsur yang baru sama sekali tidak
berhubungan dengan unsur-unsur asalnya dalam hal sifat, zat, atau dampaknya.
Selain itu, dalam Alquran terdapat nama surah yaitu Al-Hadid yang
berarti "besi", salah satu elemen. Unsur-unsur lain dan nomor atom
mereka dan massa juga ditunjukkan dalam Surah ini. (Allah mengetahui
kebenaran.) Dengan kata lain, Surat al-Hadid, yang
menyandang nama besi, berisi informasi tentang atom yang membentuk materi di
alam semesta, diberikan 1.400 tahun yang lalu. Penyediaan informasi ini, pada
saat unsur-unsur dan nomor atom mereka belum ditemukan, belum keajaiban lain
dari Al Qur'an. Allah Swt berfirman :
لَقَدْ
أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ
وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ
بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ
وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami
dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka
al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan
Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan
berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan
supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya
padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.”
(al-Hadid 57: 25).
4) Ilmu
Fisika
Fisika (bahasa Yunani: fysikos, "alamiah",
dan fysis, "alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna
yang terluas.Fisika
mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan
waktu.
Salah
satu ilmuwan fisika yaitu Albert Einstein menemukan teori tentang relativitas
waktu. Teori Relativitas Einstein ada dua macam yaitu teori
relativitas khusus dan teori relativitas umum. Berdasarkan teori relativitas
khusus menunjukan bahwa kecepatan membuat waktu bersifat relative. Bila suatu
benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan
mengalami pemoloran atau melambatnya waktu, fenomena ini disebut dengan
delatasi waktu, sedangkan teori relativitas umum mempostulatkan bahwa gravitasi
membuat waktu menjadi relative. Waktu akan berjalan lebih lambat di daerah yang
gravitasinya lebih besar. Inti dari kedua teori ini adalah waktu yang bersifat
relative.Seperti dalam ayat al-qur’an yang menjelaskan waktu disisi Allah
berbeda dengan waktu disisi manusia. Allah berfirman :
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ
بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ
كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
Artinya
: "Dan mereka meminta kepadamu, agar azab disegerakan, padahal Allah
sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi
Rabb-mu, adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung." –
(QS.22:47)
2.
Ilmu Sosial
Ilmu sosial (Inggris: social science)
atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris: social studies) adalah sekelompok
disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia
dan lingkungan sosialnya. Kehidupan antara manusia yang satu dengan yang
lainnya merupakan ilmu social, dimana manusia harus saling menghormati,
menghargai, tolong-menolong dan berbuat adil terhadap sesame. Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (90)
Artinya:
Sesungguhnya
Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi kepada kamu kerabat,
dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia
memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (16: 90)
Ayat
tersebut termasuk salah satu ayat yang paling komprehensif di kitab al-Quran,
karena dalam ayat digambarkan hubungan manusia dan sosial kaum Mukmin di
dunia yang berlandaskan pada keadilan, kebaikan dan menjauh dari segala
kezaliman dan arogansi.
Dalam surah
lain Allah berfirman :
إِلَّا
الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Artinya : “kecuali orang-orang yang
beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling
menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)
Ayat diatas menjelaskan bahwa manusia
harus saling mengingatkan, karena salah satu dari sifat-sifat yang
menghindarkan seseorang dari kerugian adalah saling menasehati diantara mereka
dalam kebenaran, dan di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah serta
meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan-Nya.
Yang termasuk ilmu sosial yaitu :
1) Antropologi
Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca:
anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos
yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar",
"berakal") atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang
memelajari manusia. Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan
mengapresiasi manusia sebagai spesies homo sapiens dan makhluk sosial dalam
kerangka kerja yang interdisipliner dan komprehensif.Oleh
karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam memberikan arti
dan fakta sejarah dalam menjelaskan perjalanan umat manusia di bumi sejak awal
kemunculannya.Antropologi juga menggunakan kajian lintas-budaya (Inggris
cross-cultural) dalam menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok
manusia dalam perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa, dan
pandangan hidup (worldview). Jadi dapat disimpulkan bahwa antropologi adalah suatu
studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku,
keanekaragaman, dan lain sebagainya.
Dalam Al-Qur’an sangat banyak menjelaskan tentang
manusia dan kehidupannya. Allah berfirman dalam Q.S An-Nisa’ :1 yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا
اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
Artinya : “"Hai sekalian manusia, bertaqwalah
kepada Rabb-mu, yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah
menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan, laki-laki
dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasi
kamu." – (QS.4:1)
2) Ekonomi
Kata ekonomi berasal dari bahasa yunani yaitu
oikonomia yang berarti manajemen rumah tangga. Oikonomi berasal dari kata oikos
yang berarti keluarga atau rumah tangga, dan nomos yang berarti aturan,
peraturan, atau hukum. Oikonomia adalah sebuah hukum masyarakat dalam mengatur
dan memanajemen rumah tangga yang baik.Pengertian ekonomi menurut beberapa ahli yaitu :
·
Richard
G. Lipsewants, Ilmu ekonomi adalah ilmu yang
mempelajari pemanfaatan sumber daya langka untuk memenuhi keinginan manusia
yang tidak terbatas.
·
Prof.
Paul Anthony Samuelson,
"bahwa ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara orang-orang dan
masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa menggunakan uang, dalam
menggunakan sumber daya produksi yang terbatas tetapi dapat dipergunakan alam
berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis komoditas dari waktu ke waktu
dan mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi saat ini atau di masa datang,
kepada berbagai orang atau kelompok dalam masyarakat."
Ekonomi
merupakan hal yang sangat penting dipelajari, terutama bagi orang Islam. Allah
sangat jelas menerangkan dalam Al-Qur’an tentang masalah ekonomi seperti jual
beli, hutang piutang dan lain sebagainya. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا
تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ … (البقرة: 282)
Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, apabila
kamu bermu’amalah tidak secara tunai (seperti berjualbeli, utang-piutang, sewa
menyewa dan sebagainya) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya…”(Q.S Al-Baqarah:282)
3) Linguistik
Kata linguistik berasal dari bahasa
latin lingua yang berarti ’bahasa’. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau
ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Dalam Al-qur’an terdapat
ayat-ayat yang menjelaskan tentang bahasa dimana bahasa ini sangat penting
untuk kita pelajari yaitu untuk berkomunikasi dan juga untuk dapat memahami
Al-Qur’an, Allah berfirman :
وَكَذَلِكَ
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ
حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ
وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ
Artinya : "Demikianlah, Kami
wahyukan kepadamu Al-Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan
kepada ummul Qura (penduduk Mekah), dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya,
serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat), yang tidak ada
keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka." –
(QS.42:7)
Selain itu, dalam Al-Qur’an pun
menceritakan tentang kisah nabi Sulaiman yang mampu memahami bahasa binatang.
Hal ini terdapat dalam Q.S An-Naml:18-19 yang berbunyi:
حَتَّى إِذَا
أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا
مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ
صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Artinya : “"Hingga apabila mereka
sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: 'Hai semut-semut, masuklah ke
dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya,
sedangkan mereka tidak menyadari. maka dia tersenyum dengan tertawa, karena
(mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: 'Ya Rabb-ku, berilah aku
ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepadaku,
dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau
redhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu, ke dalam golongan hamba-hamba-Mu
yang shaleh'." – (QS.27:18-19)
4) Ilmu
Hukum
Hukum
yang kita kenal berasal dari bahasa Arab ‘hukmu’ (mufrad) – ‘ahkam’ (jama’)
yang diderivasikan dari kata kerja ‘hakama-yahkumu-hukm’ yang berarti al-qadha`
bi al-‘adl, yakni memutuskan perkara dengan adil. Orang yang menetapkan hukum
disebut al-hakim, dan bentuk jamaknya adalah al-hukkam. Pengertian hukum
menurut para ahli yaitu :
o
Mr. E.M. Mayers, hukum adalah semua aturan yang mengandung
pertimbangan kesusilaan ditinjau kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat
dan yang menjadi pedoman penguasa-penguasa negara dalam melakukan tugasnya.
o
Duguit, hukum adalah tingkah laku para anggota masyarakat, aturan
yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat
sebagai jaminan dari kepentingan bersama terhadap orang yang melanggar
peraturan itu.
o
Immanuel Kant, hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan
ini kehendak dari orang yang satu dapat menyesuaikan dengan kehendak bebas dari
orang lain memenuhi peraturan hukum tentang Kemerdekaan.
Dalam Al-Qur’an banyak sekali menerangkan
tentang hukum seperti pembagian warisan, pembunuhan, perkawinan, dan lain
sebagainya. Salah satu contoh ayat al-aur’an yang menjelaskan tentang hukum
yaitu Q.S 2:84 yang berbunyi :
وَإِذْ
أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ
مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ
Artinya
: “"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu, (yaitu): 'Kamu
tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir
dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu', kemudian kamu berikrar
(akan memenuhi), sedang kamu mempersaksikan-nya." – (QS.2:84).
Pada
ayat selanjutnya Allah menjelaskan tentang ancaman bagi yang melakukan tindakan
pembunuhan terdapat dalam Q.S 2:85 yang berbunyi :
ثُمَّ
أَنْتُمْ هَؤُلاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ
دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ
أُسَارَى تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُونَ
بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ
مِنْكُمْ إِلا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ
إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya
: “"Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa), dan
mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu-membantu
terhadap mereka, dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang
kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga)
terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat),
dan ingkar terhadap sebagian yang lain?. Tiadalah balasan bagi orang yang
berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada
hari kiamat, mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak
lengah, dari apa yang kamu perbuat." – (QS.2:85)
Comments
Post a Comment